Task 6 - Klaster 1


Manusiaaaaaaa oh manusiaaaaaaa... Waktu tahap pembekalan materi udah ga sabar ingin berbenah, eh saat tiba waktunya berbenah, ambyar semuaaaa..

Maka beginilah laporan tugas minggu ini yang isinya, seperti akhir prakata di Task Klaster 1, tetap kumpulkan progress sekecil apapun itu. I warn you before it’s too late, this report isn’t report, but a pleidoi for my lack of energy and time this week..

Sesuai yang saya tulis di lembar kerja task 3, saya merencanakan proses decluttering hari senin, rabu dan jumat sesuai jadwal kedatangan mbak ART, biar saya yang memilah dan bikin amburadul terus beliyo yang ringkes-ringkes gitu #eh. Karena hari Senin tugas belum muncul, jadi saya memulai decluttering hari Rabu.



Tersangka pertama adalah di lemari penyimpanan bahan baking dan meja dapur yang juga berfungsi sebagai ‘meja kerja’ saya kalo motrek dan suting video masak. Seperti yang terlihat di foto, oh tentu saja berantakan sekali akibat ketiadaan disiplin diri yang tidak lekas mengembalikan apa-apa pada tempatnya semula. Saat decluttering dua tempat ini saya menemukan fosil dan artefak berupa tiwul instan yang kadaluarsa 2 tahun lalu, katshuobushi yang sudah menjadi debu di dalam plastik, custard powder yang sudah menggumpal, kacang walnut yang jamuran (huhuhu sedih banget liat walnut yang mihil itu berakhir ke tempat sampah), serta beberapa plastik isi tepung (Cuma dikit sih isinya, tapi entah kenapa kok ga langsung dihabisin atau dibuang waktu itu).



Biji-bijian, bran dan beberapa superfoods kering saya masukin botol plastik kecil-kecil (yang udah dibeli bbrp bulan lalu tapi selama ini yang diisi Cuma 5 botol). 13 jenis tepung masing-masing saya masukin ke toples plastik bekas herbalife, sekalian dipasang namanya dan disusun piramida biar gampang ngambilnya. Lainnya, masuk ke jar gelas yang selama ini dipake, cukup dibersihkan dan dikasi tag nama saja. Bahan baking ini saya taruh di lemari bawah kitchen set biar mudah ngambilnya. Sedangkan meja dapur sengaja saya isi dengan seperangkat mangkuk kaca berbagai ukuran yang biasa saya pakai untuk suting & baking, serta tempat mixer dan printilan baking lainnya.


-        Kemarin di task 4 saya ga kepikiran bikin sub kategori, tapi setelah decluttering bahan baking, saya memutuskan untuk bikin sub kategori dengan pertimbangan karena dapur juga sebagai tempat kerja, jadi pengkategorian ini secara otomatis akan membuat kerja lebih teratur.

A.     Bahan Baking
B.     Bahan Cooking
C.      Peralatan masak (cookingware & alat elektronik)
D.     Peralatan makan (piring, gelas, cutleries)
E.      Kulkas
F.      Properti foto (Kayu, Keramik, Vintage, Alasfoto)

-        Kami membiasakan diri sarapan buah (non nasi), masak berat sekitar jam 10 untuk makan siang dan sore. Selama ini barang yang saya punyai sudah cukup memenuhi kebutuhan, misalnya blender (ada 2: untuk ngesmuti buah tiap hari dan satunya untuk suting hihi. Yang untuk suting ini blendernya sepaket sama mikser Bosch, jadi gabisa kalo dilego ke orang lain, yekaaaan *pembelaan). Bikin kueh mueh paling ga seminggu 2-3 kali, jadi stand mixer udah jadi benda wajib. Ada hand mikser tapi udah rusak (dan belum diservis). Sebenarnya ada juga hand blender yang khusus saya buat nggiling bumbu/dunia permasakan bukan pekuean.

-        Naini, barang yang terasa berlebih itu adalah piring! Piring makan yang stand by sih ga ada 10 (udah termasuk piring plastik anak2). Ada sekitar 2 lusin piring hibah dari ipar untuk jaga-jaga kalo ada acara besar di rumah (yg emmmm selama 7 tahun menikah ini belum pernah dipake sama sekali...). Selain itu ya piring props foto yang tenang saja, sudah banyak yang saya hibahkan kok, yang saya simpan hanya piring2 yang benar2 saya sukai karena dapatnya yang penuh perjuangan atau penuh memori.

Barang lainnya yang terasa berlebih adalah WAJAN (yang sebagian besar dapat endorsement). Total ada 8 wajan (model wajan maupun pan bergagang satu). Minggu depan janji akan declutter ini wajan demi hidup yang lebih mudah.

Proses Organizing
Karena masih mandeg di lemari perbakingan, jadi sejauh ini saya masih buang-buang bahan kadaluarsa dan belum declutter alat baking (dua bulan lalu udah menyortir alat baking, jadi yang tersisa di dapur yang bener2 saya butuhkan).
Pun demikian dengan penataan, seperti saya jelaskan di atas, tepung2 saya wadahi di toples bekas herbalife. Sebenrnya toplesnya kurang sih, karena ini tepung maizena, lalu ada kiriman tepung buckwheat, sorgum, garut dan tepung ketan belum ada wadahnya, jadi masih saya karetin dan masukin kontainer jadi satu.

Anyway, saya Cuma sempet ngerjain di hari rabu karena dari Kamis sampai akhir bulan ini ngebut bikin video resep untuk project kerjasama ramadan yang akan datang. Memang mendadak dan kok ya kebetulan bisa barengan sama praktek GemarRapi. Mulai senin besok Insya Allah lebih longgar karena udah nyusun jadwal di hari apa aja declutter dan ngerjain videonya, sedangkan Kamis sampai tadi sore mesti nyelesein 7 video yang bikin ndas mumet. Ah jadi curcol. Baeglah, sekian laporan (dan pembelaan) dari saya. Semoga minggu depan lebih rajin dan bersemangat.

Comments