Friday, June 30, 2017

Susu Kedelai




Menjadi ibu itu, ekspektasinya bikin makanan dan keterampilan tangan yang cihuy kayak di pinterest. Realitanya, udah belanja, eh ga ada waktu dong ngolahnya. Akhirnya itu belanjaan teronggok tak berdaya di lemari selama berminggu-minggu. Tapi tahukah kamu bahwa niat saja sudah mendatangkan pahala? :P

Begitu pula yang terjadi pada sekilo kacang kedelai yang saya beli entah kapan. Waktu beli dulu sih udah kepikiran mau dibikin susu kedelai buat ASI booster. Namun cita-cita mulia tersebut kandas setelah saya menemukan ASI booster yang lebih mujarab: makan bakmi jawa di depan perumahan. Bayangkan, bakmi homemade yang dimasak bawang putih dan kemiri di atas anglo, dilengkapi kol, seledri dan tomat segar. Masya Allah, mau bakmi goreng atau bakmi kuah sama-sama membuat liur menetes. Dan sebanding dengan liur, maka ASI pun menetes deras setiap kali melahap habis bakmi Jawa.

Maka beberapa hari lalu saat sedang beres-beres lemari dapur, saya dikejutkan dengan buntelan kresek hitam yang ternyata berisi kacang kedelai. Tak mau lagi buang-buang bahan makanan (sebelumnya dengan hati galau sudah membuang tepung ketan hitam yang apak karena kelamaan disimpan), maka cepat-cepat saya oleh kacang kedelai tersebut menjadi Susu Kedelai. Resepnya lagi-lagi pake ilmu kanuragan perkiraan ya, semua asal tuang. Kurang manis tinggal tambah air. Terlalu encer tinggal dimasak lebih lama sama agak asat. Terlalu kental ya tinggal dituang air lagi. Suka-suka deh.


Susu Kedelai

Kacang Kedelai
Air matang

Cara membuat:
Cuci bersih kacang kedelai, lalu rendam dengan air semalaman hingga empuk.
Esoknya, gosok-gosok kacang kedelai dengan kedua tangan hingga kulit arinya terkelupas.
Buang kulit arinya, cuci bersih kacang kedelai.
Masukkan kacang kedelai ke dalam tabung blender, tambah air.
Blender hingga halus. Saring dengan kain blacu, sambil diperas hingga ampasnya kering.
Masak susu kedelai dengan api kecil sambil diaduk-aduk, jaga agar jangan sampai mendidih dan meluap. Saat akan mendidih, segera matikan apinya. Ulangi 2-3 kali hingga hilang rasa langunya. Buat yang suka rasa-rasa, saat dimasak gini silakan ditambah daun pandan atau ekstrak vanilla.
Angkat, dinginkan. Siap disajikan langsung atau ditambah pemanis.


Ampas susu kedelai di atas, saya taruh di Loyang, lalu dipanggang dengan api kecil (100C) selama 2-3 jam hingga kering. Ampas ini bisa dipakai sebagai pengganti tepung untuk kueh mueh. (50 gr ampas kedelai ini saya bikin untuk crumble di postingan Apple Crumble).


Ternyata dua liter susu kedelai ga habis, eneg kaka :D. Yuk diolah lagi jadi….TAHU!!!
Caranya pun ga kalah gampang, tinggal memanaskan susu kedelai lalu diberi air cuka atau perasan jeruk lemon. Aduk-aduk hingga lapisan lemaknya terpisah. Sendoki lemak bergumpal tersebut dan tempatkan di kain belacu agar airnya tersaring. Padatkan, lalu timpa dengan cobek agar airnya keluar serta untuk memadatkan tahu. Dan tadaaaa, jadilah TAHU!!!


Lalu rasanya gimana? Pahit wkakakakka :D. teksturnya pun padat tapi gampang hancur :D Entahlah apa yang salah, menurut analisa nihen sih sepertinya karena ga dikasi borax. Jadi, gimana kalo beli borax dulu untuk bikin tahu selanjutnya? :P




2 comments:

  1. kacang kedelaiku pun bernasib sama, teronggok begitu aja di dalam kresek. belinya mah napsu yak, bayangan bakal bikin sule dan diminum bocah tiap pagi ato siang2 dalam keadaan dingin, hmm maknyuss, eh tetiba amnesia aja begitu nyampe rumah -_-" serius Ki, tahunya pahit??

    ReplyDelete
    Replies
    1. begitulah emak-emak banyakan rencana tapi mulek wae ga digarap2 :D iyak tahunya pahit, kyknya kebanyakan cuka deh :))

      Delete