Saturday, April 22, 2017

Tumisan Sayur Indonesia Banget


Saya suka jalan-jalan ke supermarket besar seperti Loka, terutama untuk mampir ke bagian sayur dan buah. Di sana, bisa puas-puasin mata memandang warna-warni buah-buahan dan sayuran (impor) yang menawan hati (tapi bikin hati tersayat pilu). Cukup membayangkan saja bikin blueberry muffin (karena harga blueberry 200 gr seratus ribu lebih), atau mata yang berbinar-binar saat pertama kalinya melihat Alfalfa Sprout, micro vegetables yang imutnya keterlaluan, yang biasanya nampang di majalah-majalah foodie sebagai campuran salad. Lalu binar di mata itu perlahan pudar saat mengintip harganya yang 30 ribu rupiah untuk sekotak kecil Alfalfa. Errrrr….

Sakit hati!

Itu yang saya rasakan. Sakit hati karena ga semudah itu beli sayur/buah impor (faktor dompet) dan karena keIndonesiaan saya yang (akhirnya) terusik (faktor identitas kebangsaan). Dan saat berjalan ke lorong pasar tradisional, tanpa sengaja menemukan seorang mbah-mbah penjual sayur. Tapi bukan sayur biasa seperti bayam, kangkung atau sawi. Sayuran yang beliau jual adalah sayuran yang mulai langka yang jarang sekali ada di pasaran, seperti kecipir, bunga pepaya, daun beluntas, daun ketela, sinom (daun pohon asem jawa), jantung pisang, pokak (rimbang), hingga kadang ada semanggi, daun kelor hingga daun katuk. Menemukan mbah-mbah tersebut merupakan tamparan tersendiri. Betapa selama ini saya memuja sayur/buah asing karena penampakannya yang unch unch waktu dipotrek, tapi meleng dari harta karun negeri kita yang sangat jarang terabadikan secara genah, baik dan cantik oleh kita-kita sendiri.

Maka di sinilah saya sekarang. Mencoba merekam secuil keindahan Indonesia. Tak muluk-muluklah impian saya, cuma buat belajar mencintai apa yang tumbuh di tanah kita, mengolahnya dengan sepenuh hati dan membiasakan mengkonsumsinya bersama keluarga. Ibu adalah madrasah terbaik untuk buah hatinya kan, dan kurikulum makanan untuk sekolah di keluarga kecil saya adalah memperkenalkan sedini mungkin aneka makanan/masakan/minuman tradisional Indonesia. Go Local!!!


Tumis Bunga Bawang



sumber: Anitajoyo

Bahan:
1 kotak tahu, potong dadu, goreng 
1 ikat bunga bawang, cuci, potong 2 cm 
1 ons udang, buang kepala dan kulit, sisakan ekornya 
6 bawang merah, rajang tipis 4 bawang putih, rajang tipis 
5 cabe rawit, iris jadi 2
3 sdm kecap manis 
100 ml air matang gula, garam, merica


Cara membuat: 
Tumis duo bawang hingga wangi, masukkan cabe rawit dan udang. Tumis lagi hingga udang berubah warna. 
Tuang kecap manis, tunggu sebentar hingga kecap mendidih terkaramelisasi, masukkan tahu goreng dan bunga bawang. 
Tuang air, tambah gula, garam, merica. 
Masak hingga bumbu meresap dan air habis.


Tumis Pokak Teri



Sumber: Anitajoyo

Bahan:
250 gr pokak, petiki, cuci bersih
100 gr teri, gorenggula, garam

Bumbu halus:
8 bawang merah
6 bawang putih
2 cabe merah besar (tambahan dr saya)
10 cabe rawit
4 butir kemiri bakar

Cara membuat:
Rebus pokak hingga agak empuk (sekitar 7 menit), tiriskan, sisihkan.
Tumis bumbu halus hingga wangi, tambahkan sedikit air. 
Masukkan pokak, gula, garam; masak hingga air menyusut, minyak keluar dan bumbu merasuk.
Sesaat sebelum diangkat masukkan teri, aduk rata. 
Sajikan dengan nasi panas ngepul



Tumis Bunga Pepaya 



Bahan:
500 gr bunga pepaya, petiki, buang batangnya, cuci bersih, tiriskan
1 sdt asam jawa
1 ons udang, kuliti, sisakan ekor
8 bawang merah, rajang tipis
4 bawang putih, rajang tipis1 ruas lengkuas, geprek
10 cabe rawit
2 cabe merah besar
gula, garam, merica

Cara membuat:
Rebus air di panci bersama asam jawa, masukkan bunga pepaya. 
Masak 5 menit, angkat, saring, sisihkan.
Tumis duo bawang dan lengkuas hingga harum.
Masukkan cabe merah besar, cabe rawit dan udang. Masak hingga udang berubah warna.
Masukkan bunga pepaya, gula, garam, merica. Aduk rata hingga bumbu meresap.


Tumis Kulit Melinjo



Bahan:
300 gr kulit melinjo, iris tipis
1 papan pete, kupas
5 siung bawang putih, geprek
1 butir bawang merah, rajang
10 cabe rawit, iris
1 lembar daun salam
1 ruas lengkuas, geprek
Gula, garam, merica50 ml air matang

Teri goreng


Cara membuat:
Tumis duo bawang, lengkuas, cabe rawit dan daun salam hingga wangi. 
Masukkan kulit melinjo, aduk sebentar, tuang air.
Tambahkan gula, garam, merica, masak hingga air berkurang. 
Masukkan pete, aduk-aduk hingga air menyusut. 
Taburi teri goreng, aduk rata, sajikan

No comments:

Post a Comment