Thursday, December 10, 2015

Welcome Waffle

Percayalah, pancake yang lebih mirip serabi ini ga enak :/
Entah sejak kapan pastinya saya kehilangan kesaktian dalam seni pencampuran bahan basah ke bahan kering, alias metode muffin dalam jagad perbakingan. Pancake adalah mimpi buruk saya beberapa bulan terakhir ini. Sekitar 5 kali bikin pancake dengan aneka resep, semuanya berakhir dengan uraian air mata dan kejengkelan luar biasa. Gimana ga jengkel, semua rasa ke-5 pancake tersebut persis seperti kulit pisang goreng. Lebih buruknya, ini adonan ga digoreng serta tanpa pisang, sehingga tidak ada gurih garing saat adonan tepung bertemu minyak goreng panas; ataupun legitnya ketika berpadu dengan pisang raja yang manis. Pancake saya kenyal dan hambar. Sesederhana itu.

Kemalangan tak berhenti sampai di situ. Karena muffin yang menggunakan metode adonan basah vs kering juga turut beranjak pergi dari saya. Kini tak ada lagi muffin beremah yang empuk dengan permukaan menggunung tinggi dan retakan indah. Yang ada hanya muffin bantat dengan retakan nanggung.
apalagi muffin ini, b a n t a t. nuff said.


Entahlah. Bila rumput bergoyang saja tak tau musababnya, apalagi saya?

Namun tentu saja, kebantatan demi kebantatan tidak akan menggoyahkan hasrat baking saya. Terutama saat suatu siang yang terik, seorang kakak Henny Marlina pamer cetakan waffle. Hati saya panas. Seketika teringat betapa saya telah mengidamkan cetakan waffle sejak lama (bahkan pernah bikin waffle pake cetakan bandros…). Siang itu juga, dengan berapi-api saya pergi ke Ace Hardware untuk beli cetakan waffle. Dan sorenya, tanpa babibu saya langsung eksekusi waffle disertai pembalasan pamer ke kakTir, huahahahahahaha…

Anyway, 3 minggu terakhir berkutat dengan waffle, saya temukan satu resep yang paling cocok dengan lidah saya. Bila anda sekalian gugling dengan kata kunci the best waffle, resep ini salah satunya yang akan muncul di halaman terdepan. Dan saya setuju dengan kata kunci tersebut. Waffle milik mrbreakfast ini fluffy di dalam, namun garing di permukaannya. Rahasianya ada di pengocokan putih telur sampai kaku untuk dicampurkan ke dalam adonan. Hasil jadinya lumayan banyak, saya biasa bikin untuk saya simpan separuhnya di dalam freezer. Kalo pengen waffle tinggal ngoven sebentar biar crunchy lagi.

Best Waffles Ever
Sumber: MrBreakfast
ini baru enaaaaaak!!

Bahan:
1 ¾ cup tepung serbaguna
2 sdt baking powder
1 sdm gula pasir
½ sdt garam
3 kuning telur, kocok lepas
1 ¾ cup susu cair
½ cup minyak sayur
3 putih telur, kocok kaku

Cara membuat:
Panaskan cetakan waffle dengan api kecil.
Campur semua bahan kering.
Campur kuning telur dan susu, tuang ke dalam bahan kering.
Masukkan minyak, aduk rata.
Perlahan masukkan putih telur, aduk balik (jangan over mix).
Pastikan cetakan waffle telah panas (saat adonan dituang akan berbunyi cesss)
Tuang 1 sendok sayur ke tengah cetakan waffle, tutup. Masak selama kurang lebih 4 menit, balik cetakan, masak sisi satunya selama 2 menit.
Angkat, dinginkan di rak kawat.
Sajikan dengan, apapun!

*Kalau mau disimpan: setelah benar-benar dingin, taruh di wadah kedap udara, simpan di freezer. Saat mau dikonsumsi, tanpa thawing, panggang dalam oven panas selama 5 menit.

honey makes everything allright


3 comments:

  1. baru tadi siang bikin pancakee... arkhh enak bingiits, tapi bahannya asal nyemplung hehehe... btw aku jg jd pengen cetakan waflee huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. taukah kau rasanya ketika kau gagal bikin pancake terus ada yang pamer kalo pancakenya enak banget? *kickkickkick*

      beli yuuuu, apapun bisa diwafeliin loh, dari bala-bala, dadar, pizza sampe nasgor! yang belum kucoba sih wafelin rawon wakakaka

      Delete
  2. Akhirnya beli cetakan wafel juga toh?berapaan di ace hardware?terakhir ngeliat kok ga ada ya..

    ReplyDelete