Juwet Crumble




Waktu masih duduk di sekolah dasar 20 tahun yang lalu, ada seorang bapak tua yang berjualan buah juwet di depan gerbang sekolah, di sebelah penjual kerupuk bumbu rujak, tepatnya. Pak tua itu datang dengan menggendong sekeranjang besar rotan berisi juwet. Kami, para pembeli ingusan, berdiri mengantri di depan pak tua yang selalu sibuk membungkus segenggam juwet ke dalam selembar kertas tulis bekas berbentuk contong (kerucut), lalu beliau menaburi dengan garam sekenanya. Saya tak ingat persis berapa rupiah yang kami bayar saat itu. Yang paling saya ingat hanya, kami semua selalu pamer seberapa ungu gigimu setelah makan juwet asam, asin, manis tersebut.

Tak banyak, bahkan bisa dibilang tak ada lagi penjual juwet di pasar-pasar maupun sekolah. Lagian toh siapa yang mau makan buah ndeso kecut ini, di saat pedagang buah di pasar maupun supermarket telah berbangga menjajakan apel fuji, jeruk kalifornia bahkan duren Thailand. Dengan nama yang sama sekali tidak catchy serta penampakan tak seseronok stroberi, juwet tetaplah juwet. Barangkali hanya orang tuan dan generasi sebelum 90 lah yang satu-dua mencarinya untuk mengenang masa lalu.

Tiba-tiba siang itu saat kaki tak tentu arah menyusuri pasar besar, mata tertuju pada timbunan buah kecil hitam di dalam keranjang rotan. Memori masa lalu kembali menari di ingatan, dan tanpa sadar saya telah membayar 10 ribu rupiah untuk satu kilo juwet. Ide pertama yang terbersit di kepala adalah membuat pie isi juwet. Dan dua hari kemudian, ide tersebut telah berwujud dalam 5 wadah ukuran besar kecil yang habis dalam sehari.

Aslinya pake resep Blueberry Crumble, tapi apa daya, melihat harga blueberry yang bikin bergidik, kenapa ga pake buah lokal yang rasanya kira-kira hampir sama (kira-kira loh ya, karena ga pernah makan blueberry): kecut, asem, seger. Dan dugaan saya terbukti. Lupakan blueberry laknat itu. Skip strawberry atau raspberry. Embrace Juwet in your pie, crumble, or any sweet treats. Terganggu dengan bijinya yang harus dilepeh setiap kali makan adalah resiko. Namun apa sih yang tidak mengandung resiko di dunia ini? Toh kenikmatan ikan panggang justru ketika kita mengelamuti sisa-sisa daging yang menempel di durinya kan?

Rasanya asem, manis, seger, berpadu sempurna dengan wangi gurih mentega dan renyahnya kenari di dalam crumble. Saya ga bohong, ini enak banget kakaaaaak. Tiap nemu juwet mesti bikin ini! Dan oh, iya, saat keluar dari oven, pinggiran crumble mendidih cantik, persis seperti blueberry masak di dalam pie!


Juwet Crumble
adaptasi dari sini

Bahan Isian:
500 gr juwet, rendam dengan air garam 5 menit, bilas, tiriskan
1 sdm air jeruk nipis
1 sdm tepung serbaguna
3 sdm gula pasir

Bahan crumble:
75 gr tepung serbaguna
30 gr gula palem
20 gr gula pasir
sejimpit garam
60 gr mentega beku, potong dadu
40 gr oatmeal
70 gr kacang kenari cincang



















Cara membuat:
Isian: campur semua bahan, taruh di loyang tahan panas.
Crumble: Campur semua bahan kecuali mentega, aduk rata. Masukkan mentega, cacah dengan garpu hingga rata dan bertekstur seperti pasir. 
Tuang crumble ke atas juwet. 
Panggang selama 30 menit atau sampai matang. Juwet akan pecah dan mendidih, sedangkan crumble berwarna kecoklatan. 
Hangat-hangat sajikan.

Comments

  1. astaga blueberry laknat wakakaka... dan kau berhasil kak, membuat juwet naik kelas! stand applause!! *apasih*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah wajib lah kakaaaak, itu tolong kecapi diolah jadi apa kek, biar ga jadi ganjel pintu doang :P

      Delete
  2. sedapnya resepi ni.. Salam kenalan dari Malaysia food blogger... www.mahamahu.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal kak, boleh dicuba bila melihat juwet di Malaysia :D

      Delete

Post a Comment