Monday, November 30, 2015

Babka Labu



Ada banyak cara pembuatan dan jenis roti di dunia, salah satunya adalah Babka. Babka merupakan salah satu tradisi pembuatan roti bangsa Yahudi di Eropa Timur yang kemudian menyebar cepat di Amerika Serikat pada awal abad 20.

Baik Babka maupun roti manis lain tidak memiliki perbedaan pada komposisi bahan-bahannya yang terdiri dari tepung, ragi, gula, susu dan telur. Satu-satunya yang membedakan adalah cara membentuknya. Adonan babka diolesi cokelat atau gula kayumanis, kemudian digulung atau dipuntir untuk dimasukkan ke dalam loyang loaf sebelum ditaburi streusel. Sehingga saat dikonsumsi, Babka tidak memerlukan olesan seperti selai karena rasanya yang sudah kaya.

Penasaran dengan Babka, beberapa waktu lalu saya pun memguatkan tekad dan niat bikin Babka. Padahal kalo udah mencium harum bau roti matang dari oven, segala cucuran keringat saat nguleni langsung menguap entah kemana. Tapi entahlah, ngebayangin nguleni itu sudah bikin ngantuk duluan.

Mumpung punya kabocha yang dibeli saat diskon 50%, yuk mari kita manfaatin. Ehhhmm.. sebenarnya ga ada ceritanya sih Babka dicampur labu, tapi kalo cireng aja sekarang diisi mozarella, ga salah kan kalo Babka dibuat dari labu?


Babka Labu isi Cokelat Kenari
Modifikasi dari Chocolate and Hazelnut Babka dari Gourmet Traveller 2014

Bahan:
40 gr susu hangat
11 gr ragi
60 gr gula pasir
400 gr tepung terigu
200 gr kabocha panggang, haluskan
1 telur
100 gr mentega suhu ruang
50 gr kacang kenari
50 gr coklat masak pekat, cincang kasar
Gula aren untuk taburan


Cara membuat:
Campur susu, ragi dan 1 sdm gula di mangkuk selama 5 menit sampai berbuih. Masukkan 30 gr tepung, aduk rata, lalu masukkan telur, labu, sisa gula dan garam, uleni. 
Secara bertahap masukkan sisa tepung sambil terus diuleni. Tambahkan 75 gr mentega dan uleni hinggan adonan mengkilap dan elastis (sekitar 5 menit). Tutup dengan serbet lembab, istirahatkan sampai mengembang selama 1 jam.
Panaskan oven 180 dercel. Taruh kacang kenari di loyang, lalu panggang sampai matang sekitar 5 menit. Dengan menggunakan food processor, hancurkan hingga bertekstur seperti pasir. Campur dengan sisa mentega hingga berbentuk seperti pasta, sisihkan.
Uleni adonan sekali lagi, giling bentuk persegi panjang ukuran 20 x 32 cm. Olesi dengan pasta kacang lalu taburi dengan coklat cincang, sisakan 4 cm di sisinya untuk mengunci. Gulung bentuk tabung, letakkan di loyang roti yang telah dialasi baking paper ukuran 9 x 19 cm. Istirahatkan sampai mengembang (sekitar 1 jam).
Panaskan oven 170 dercel. Olesi permukaan Babka dengan telur kocok, taburi gula aren. Panggang hingga matang selama 35-40 menit. Dinginkan di loyang 10 menit, lalu pindahkan ke rak kawat. Iris tipis, simpan dalam wadah kedap udara, tahan selama 3 hari di suhu ruang.

Rasanya? Enaaaak! Rasa kabocha tidak terlalu kentara, namun selain menyumbang warna kuning yang cantik, juga membuat Babka lebih lembut dan berserat halus. Hmmm, i am craving this right now..



6 comments:

  1. Replies
    1. beneran empuk mbak Inev, tanpa tambahan air, cuma susu plus labu ajah bahan cairnya. thanks for dropping by ya :D

      Delete
  2. mbok aku diicipin mbaaak uurrghhh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aaaah mimpi apa aku semalam dikunjungi foodies paling ngehitz di malang :)) mreneo Maaa, mreneoooo

      Delete
  3. Hai Mba Dyananda, good day!

    Salam kenal, saya Ashila, Public Relations LOCK&LOCK Indonesia. Apakah saya bisa minta kontak Mba Dyananda yang bisa dihubungi untuk partnership inquiries? Thank you Mba :)

    Regards,
    Ashila Ramadhani

    ReplyDelete
    Replies
    1. sudah saya balas di email ya mbak Ashila, makasih banyak :D

      Delete