Croissant dan hal-hal setelahnya...







Konon, artis Teuku Wisnu suatu kali pelesir ke Eropa. Di sana dia bertemu dan tergila-gila dengan strudel, penganan manis asal Austria. Strudel adalah puff pastry berukuran panjang berisi cincangan apel yang dimasak dengan brown sugar dan kayu manis, yup persis seperti isian apple pie.

Pulang dari pelesir, Teuku Wisnu menduplikasi rasa dan penampakan strudel, kemudian memasarkannya. Gayung bersambut, orang-orang sekelilingnya sangat menyukai strudel. Maka suami Shirene Sungkar tsb punya ide memproduksi strudel di kota Malang, penghasil apel manalagi yang bertektur keras dengan rasa manis asam, cocok sebagai isian strudel.

Jangan bayangkan betapa ramai gerai strudel di Malang. Khususnya di musim lebaran, pembeli harus rela antri menunggu kedatangan strudel yang dimasak di Singosari, pusat dapur strudel untuk dikirim ke 4 penjuru cabang strudel di Malang dan Batu. Tak hanya antri, pembeli dibatasi hanya boleh membeli maksimal 2 kotak strudel. Maka pengorbanan seperti apa lagi yang mesti saya lakukan demi memenuhi 5 kotak strudel pesanan emak-emak sempel saat meet up di rumah saya? Toh meski begitu, saya masih dicap sebagai tuan rumah yang tak baik karena kealpaan kecil lupa masak nasi, sehingga mereka makan nasi kemarin dengan porsi mini, dan sebagian sudah kering. Huahahahaha.

Anyway, teringat tragedi antri strudel yang bikin emosi jiwa, kenapa ga bikin strudel sendiri?

So, in my holymadlab alias pawon, siang kemarin saya bikin croissant.

Errrr, wait, kok croissant? Bukannya strudel pake puff pastry ya? Lha, suka-suka saya dong. Yang penting kan enak?! Fyi, bagi yang ga tau bedanya, croissant hampir sama dengan puff pastry, kecuali penambahan ragi ke dalam adonan croissant, sehingga lebih empuk seperti roti. 


Croissant
900 gr tepung protein sedang
80 gr gula pasir
1 sdt garam
30 gr butter
1 sdt ragi
Air es secukupnya
250 gr korsvet, giling pipih ukuran 20x25, masukkan rak kulkas

Cara membuat:
Campur tepung, gula, ragi dan garam. Tuang air sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai menyatu. Tambahkan mentega, uleni sampai kalis (ga perlu elastic).
Giling memanjang adonan menjadi ukuran 50 x 60.
Letakkan korsvet pipih di bagian pinggir adonan lalu tutup dengan adonan kanan, kunci hingga tidak ada lubang.
Dengan menggunakan rolling pin, giling memanjang dan melebar, lalu lipat single. Masukkan kulkas 15 menit.
Keluarkan dari kulkas, taburi tepung sedikit agar tidak lengket, giling memanjang dan melebar, lipat single, masukkan kulkas 15 menit.
Ulangi lipatan seingle tsb sampai 5x.
Adonan siap digunakan. Simpan di freezer sampai 1 minggu.

Hasilnya kurang lebih 1,5 kg adonan croissant. Layernya kurang terlihat banyak karena proporsi korsvet dan raginya sedikit. Untuk dapat hasil maksimal. Setiap 500 gr tepung, gunakan 250 gr korsvet dan 1 sdt ragi. Cara pembuatan sama ajaaah.


Strudel:
1 kg apel malang, cuci bersih, kupas potong dadu
100 gr brown sugar
100 gr gula pasir
1 batang kayu manis
3 biji cengkeh
1 sdt kayu manis bubuk

Aduk semua bahan di panci masak dengan api sedang hingga gula larut.
Ambil 1/3 bagian adonan croissant, giling memanjang 35 x 30.
Di tengah adonan beri isian apel secukupnya. Potong-potong horizontal bagian pinggir adonan. Lipat setiap helai adonan ke arah dalam menutupi isian apel, secara bergantian kiri dan kanan.
Istirahatkan selama 1 jam agar mengembang.
Panaskan oven 15 menit api sedang. Oles permukaan strudel dengan kuning telur, panggang sampai matang.
Hidangkan.
Sisa apel bisa ditaruh di wadah kedap udara, simpan di kulkas. Sewaktu-waktu bisa dipake buat apple pie, topping pancake/waffle, isian poffertjes, isi roti panggang, anything!



Cruffin:

Potong lembaran adonan croissant dengan lebar 2-3 cm, olesi dengan selai (saya pake ovomaltine) atau skip isian. Gulung lalu letakkan di cetakan muffin.
Istirahatkan 1 jam, lalu panggang sampai matang.
Best served warm.

















Kalo yang di bawah tinggal dibentuk croissant, udah pada tahu kan? Potong segitiga, lalu gulung dari sisi lebar, tekuk perlahan agar berbentuk bulan sabit. Istirahatkan 1 jam, lalu panggang sampai matang.



Enjoy a full week of having croissant as breakfast, brunch, or anytime snack!

Comments

  1. Hua ha hahaa...ke alpaan kecil... kiii aku baru moco

    ReplyDelete
    Replies
    1. loh lak bener aaaaa kealpaan - atau kesengajaan? - kecil wakakakaka. maapkan saya kakTir, kalo ada kesempatan kita ketemu lagi, akan kusugi nasi....karak! wakakakakak

      Delete

Post a Comment