Sunday, May 18, 2014

Carrot Cake

Waktu kecil dulu, saya termasuk ke dalam barisan pembenci wortel. Saya benci warnanya, rasanya, baunya, bentuknya, semuanya. Saya heran, Tuhan lagi mikir apa ya saat nyiptain wortel. Mungkin beliau sedang bercanda hingga menciptakan sayur aneh seperti wortel. Saya ingat, saya selalu membuang potongan wortel setiap kali saya menemukannya di dalam sup. Yaaah meski warnanya cukup membuat sup terlihat menarik, tapi bagi saya 25 tahun lalu, warna oranye tersebut justru mengingatkan saya bahwa Tuhan sedang terbahak-bahak setiap kali Ia melihat manusia mengunyah wortel. Dan bayangan bahwa Tuhan sedang terbahak-bahak itu menakutkan :| 

My crumbly yet moist carrot cake


Tapi sepertinya Tuhan memang sedang ingin bercanda dengan saya. Dibikinnya mata saya minus. Hingga ibuk saya memaksa untuk meminum jus wortel buatannya hampir setiap hari. Karena ibuk percaya bahwa wortel memiliki kandungan vitamin A yang sangat tinggi sehingga bisa menyembuhkan penyakit mata. Yang kemudian kelak saya ketahui bahwa cerita ini hanyalah mitos. Pemerintah Inggris di jaman Perang Dunia II bikin propaganda bahwa pilotnya yang selalu jitu mengembom Nazi Jerman selalu makan wortel setiap hari, padahal mereka punya persenjataan baru.

Jadi atas ijin Tuhan yang Maha Bercanda, pada akhirnya saya bisa makan wortel. Dari dibikin sup sampai wortel, meski awalnya saya selalu menutup hidung sedtiap kali meminum jus wortel, tapi lambat laun rasa langunya mulai membiasa di lidah.

Hingga suatu hari ketika sedang asyik berselancar di blog masakan, saya terperangkap pada blog Riana Ambarsari. Dan saya terpaku di laman tentang Carrot Cake. Keik Wortel. Ya ampun apa-apaan ini. Tidakkah cukup wortel dibikin jus atau sup saja, kenapa harus dibikin panganan manis kayak keik, pikir saya. Mungkin sebentar lagi orang-orang akan bikin keik ketumbar atau keik lengkuas. Corriander Cake. Namanya sih cukup bagus yak :D

Anyway, didorong rasa penasaran, saya akhirnya mencoba separuh resep tersebut. Dan tentu saja gagal. Karena ga punya timbangan. Karena telurnya masih dingin dari kulkas langsung dikocok sehingga ga ngembang. Karena oh karena banyak sekali. Dan kegagalan mengolah wortel membuat saya patah arang. Hingga saya menguburnya dalam-dalam dan berniat tidak akan mencobanya lagi.

Namun kemarin semuanya berubah. Saat melihat wortel impor di abang langganan sayur. Saat menyadari semua bahan-bahan tersedia. Saat melongok freezer dan menangkap sosok cheese cream yang entah berapa lama sudah ngendon di sana. Maka dengan bertekadkan baja, saya membuat carrot cake. Kali ini sudah dengan timbangan digital di tangan. Bahkan sudah dengan kamera poket untuk mengabadikan hasilnya.

Daaaaaaan (genderang ditabuh), rasanya awenaaaaaaak. Ga kerasa wortel. Ga bau langu. Perpaduan wortel dan kayumanis itu ternyata: surga.

Kalo lagi nganggur, yuk cobain yuk. Resep saya kopi plek dari sini ya

Bahan:
250 gr telur
300 gr gula pasir (cuma pakai 275gr)
2 gr garam
5 gr emulsifier
260 gr tepung segitiga biru (pakai kunci biru)
1 gr baking soda
1 gr baking powder
1 gr kayu manis bubuk
450 gr wortel parut halus
150 gr minyak (pake minyak goreng)

Cara membuat:
1. kocok telur, gula, garam hingga kental dengan kecepatan tinggi. masukkan emulsifier, kocok terus hinggan kental dan meninggalkan jejak
2. ayak bahan kering, kemudian masukkan ke dalam adonan dengan kecepatan rendah hingga tercampur rata
3. masukkan wortel parut, aduk rata
4. masukkan minyak perlahan ke dalam adonan hingga tercampur rata
5. tuang ke dalam loyang bundar 20-22 cm tinggi 5 cm yang telah dialasi kertas
6. panggang dengan suhu 180 derajat C selama 30-45 menit (lakukan tes tusuk)

Cream Cheese Frosting (nyontek di sini)
campur 70 gr whipped cream bubuk + 140 mil air es + 40 gr keju filling Kraft (saya pake cheese cream)

Kalo lihat foto di blog mbak Riana dan carrot cake punya saya memang beda ya. Aslinya sepertinya lebih padat, punya saya lebih beremah dan rapuh, ga bakal cocok untuk memapah aneka ria frosting dan hiasan macam-macam, apalagi kayak fondant. Kenapa lebih rapuh dan beremah, barangkali karena saya pake tepung protein rendah (kunci biru), sedangkan resepnya pakai protein sedang (segitiga biru). Dan satu lagi, warna carrot cake saya lebih menyala karena saya pakai wortel impor. #hidupimpor #tidakbanggapakaiproduklokal


Tapi gimanapun, meski teksturnya beremah dan warnanya lebih ngejreng, yang penting rasanya juwaraaaah \m/

No comments:

Post a Comment